Parade Ogoh-Ogoh Lawa Kaja Generation

Administrator Berita Desa

 

 

                Ogoh-ogoh merupakan tradisi masyarakat Hindu untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Tradisi ini diadakan saat Pengerupukan. Pengerupukan merupakan hari sebelum Hari Raya Nyepi atau tilem sasih kesanga. Ogoh-ogoh ini memiliki versi yang berbeda. Ogoh-Ogoh juga termasuk seni patung yang berasal dari Kebudayaan masyarakat Bali yang menggambarkan kepribadian dari Bhuta Kala.               

                   Ogoh-ogoh mewakili roh jahat dan ditujukan untuk menetralisir lingkungan dari hal-hal negatif sehingga akan tercipta kedamaian dan keharmonisan. Nama ogoh-ogoh berasal dari kata "ogah-ogah" yang berarti "mengguncang" dan mewakili kejahatan yang perlu dimusnahkan. Masyarakat banjar yang ikut mengarak ogoh-ogoh akan mengguncang-guncangkan ogoh-ogoh. Setelah diarak, ogoh-ogoh itu nantinya dibakar sebagai simbol pemurnian diri. Dengan membakar ogoh-ogoh, umat Hindu artinya telah siap memperingati Nyepi dalam keadaan suci. Di hari kesunyian itu, umat diharapkan untuk diam dan melakukan refleksi diri "mulat sarira".

      Di Kelurahan Semarapura Tengah, ogoh-ogoh ini dibuat oleh Seka Truna Truni dan dibantu oleh penglingsir serta masyarakat di lingkungan Kelurahan Semarapura tengah. Sampai akhir parade ogoh-ogoh situasi tetap aman.
Bersama jaga solidaritas.
Bersama jaga soliditas

Kreasi boleh berbeda.
Tapi Tetap jaga solidaritas.
Tetap jaga soliditas.
Bersama kita bisa.
Smangaaattt....

Salam Gema Santi

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini. Gunakan bahasa yang santun dan komentar baru terbit setelah disetujui Admin.

CAPTCHA Image
[ Ganti Gambar ]
Isikan kode di gambar

Pengaduan Online

Peta Kelurahan

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator Kelurahan untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Sinergi Program

Prodeskel Pajak Online

Aparatur Kelurahan

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Komentar Terkini